BASUDARA, Manado – Universitas Negeri Manado (UNIMA) dan SMA Negeri 1 Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang bertajuk ‘Pengembangan Budaya Sekolah‘, Senin (1/12/2025).

FGD tersebut menghadirkan nara sumber Guru Besar UNIMA, Prof. Dr. Jeffry S. J. Lengkong, M.Pd. Dalam materinya, Prof. Jeffry Lengkong mengatakan, mengintegrasikan budaya lokal dalam dunia pendidikan sangat penting untuk pembentukan karakter dan etika, memperkuat identitas, serta menghadirkan pembelajaran yang kontekstual serta relevan di era Society 5.0.

“Budaya lokal yang mengacu pada pengetahuan, nilai-nilai tradisi, dan praktik yang berkembang turun temurun dalam suatu masyarakat sangat tepat diintegrasikan dengan budaya sekolah. Integrasi ini akan melahirkan kebanggaan dan toleransi dalam mempersiapkan siswa menjadi individu berbudaya, cerdas, tetap mempertahankan moralitas (gotong-royong, silidaritas, kejujuran) ditengah derasnya arus kompetisi global di era Sosiety 5.0 yang nenekankan penyelesaian masalah sosial melalui teknologi yang berpusat pada manusia,” jelas Prof. Jeffry Lengkong.

Prof. Jeffry Lengkong yang juga Pakar Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara melanjutkan, integrasi budaya lokal pada sekolah sejalan dengan visi Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, Asta Cita ke-4 yang dituangkan dalam Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) nomor 14 tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (Gerakan 7 KAIH). Ini bukti bahwa Pemerintah RI dibawah kepemimpinan Prabowo-Gibran terus memperkuat komitmen dalam membangun generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

“Kebijakan ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2025, Menteri Dalam Negeri Nomor 800.2.1/225/SJ, dan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan di Satuan Pendidikan. “Kebijakan Gerakan 7 KAIH  bertujuan untuk penguatan karakter siswa melalui kebiasaan sehari-hari dalam membentuk generasi cerdas, berkarakter kuat dan sehat fisik/spiritual. Integrasikan budaya lokal di sekolah dan siap menuju Indonesia Emas 2045,” kata Prof. Jeffry Lengkong.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Raja Ampat Helena Omkarsba, S.Pd., M.MPd., mewakili para guru dan siswa, memberikan apresiasi yang tinggi kepada UNIMA, khususnya Prof. Jeffry S. J. Lengkong, M.Pd., yang telah membagikan ilmu, memberikan masukan yang sangat berharga demi kemajuan dunia pendidikan di Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya.

(JO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here