Pemuda Girian Weru Dua Dibekali Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik
Pemaparan Dosen Unima Dr Viktory Rotty kepada Generasi Muda Girian Weru II yang dibekali penggunaan Bahasa Indonesia yang baik./istimewa

Pemuda Girian Weru Dua Dibekali Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik

Oleh: Dr. Viktory N.J. Rotty, M.Teol., M.Pd Dosen Universitas Negeri Manado

BASUDARA.NEWS, Bitung – Kota Bitung merupakan salah satu dari 15 kabupaten dan kota yang ada di propinsi Sulawesi Utara. Kota Bitung memiliki 8 wilayah kecamatan, diantaranya kecamatan Girian.

Girian Weru II adalah sebuah kelurahan yang ada di kecamatan Girian. Girian Weru II semula bernama kelurahan Girian Weru kecamatan
Bitung Tengah. Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Bitung nomor 100 tahun 2001 tanggal 14 Desember 2001, Kelurahan Girian Weru mekar menjadi kelurahan Girian Weru I dan Girian Weru II. Juga bersamaan mekarnya Kecamatan Bitung Tengah menjadi Kecamatan Bitung Barat.

Berkembang lagi berdasarkan Surat Keputusan Walikota Bitung nomor 05 tahun 2007 tanggal 10 Oktober 2007 dan Peraturan Daerah (PERDA) nomor 03 tahun 2007 Kecamatan Bitung Barat mekar menjadi Kecamatan Matuari dan Girian.

Maka sekarang namanya adalah Kelurahan Girian Weru II kecamatan Girian Kota Bitung propinsi Sulawesi Utara, Indonesia.
Kelurahan Girian Weru II merupakan pusat dari Kecamatan Girian, yang berbatasan dengan : Utara, Kelurahan Girian Indah. Selatan, Kelurahan Girian Bawah.
Timur, Kelurahan Girian Indah. Barat, Kelurahan Girian Atas. Terdiri dari 5 lingkungan, 24 RT, 1 bangunan masjid, 1 bangunan gereja GPDI, 1 bangunan gereja Advent Hari Ketujuh, dan 1 bangunan gereja protestan GMIM Yobel.

Pemuda Girian Weru Dua Dibekali Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik
Peserta diskusi sementata memperhatikan pemaparan pemateri Dr Viktory Rotty selaku Dosen Unima./istimewa

Adapun daftar kepala kelurahan yang pernah juga bertugas : 1. Clara Makadada (Desember 2001 – Desember 2004). 2. Hartje Sagai, SH (Desember 2004 – Juli 2009). 3. Erol Sangian (Juli 2009 – Juli 2010). 4. Ir. Ivone Tamaka (Juli 2010 – 2018). 5. Yokevin Marthin, SE. (2018-2023), 6. Veronique Kumentas (2023-sekarang).

Generasi Muda Kelurahan Girian Weru Dua

Generasi Muda Kelurahan Girian Weru II sering disebut pemuda. Pemuda yang berusia 17-30 tahun dan yang belum menikah. Latar belakang generasi muda Girian Weru II berbeda-beda satu dengan yang lain, ada yang pelajar (Mahasiswa), pekerja
(Pegawai Negeri Sipil, TNI, POLRI, karyawan swasta, pengusaha) tetapi ada juga yang sementara mencari pekerjaan dan dasar pendidikan pun berbeda-beda.

Namun Pemuda dianggap sebagai tulang punggung sekaligus masa depan bangsa, penerus cita-cita perjuangan bangsa. Pemuda juga mempunyai peran dalam menggerakkan pembangunan baik spiritual pun menjadi pelaku aktif dalam proses pembangunan nasional. Pemuda adalah titik pusat sebuah perubahan. Perubahan yang lebih baik atau pun sebaliknya. Pemuda dalam definisi sosial usianya antara umur 20-40 tahun atau dalam referensi lain antara umur 18-35 tahun.

Kematangan dari berbagai aspek manusia apabila dilihat dari segi usia berkisaran umur 40-60 tahun. Penjelasan-penjelasan itu menggambarkan bahwa pemuda adalah penerus generasi sebelumnya. Pembangunan moral, spiritual, pendidikan pemuda merupakan juga bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya pengembangan manusia Indonesia.

Genarasi muda atau pemuda Kelurahan Girian Weru II adalah bagian dari masyarakat Indonesia yang berkewajiban untuk memelihara dan mengembangkan bahasa Indonesia. Karena tugas untuk melestarikan bahasa Indonesia bukan hanya milik para cendekiawan, mahasiswa atau pemerintah saja tetapi milik seluruh masyarakat Indonesia. Hubungan antara bahasa dan masyarakat pemiliknya sangat erat. Karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan merasa bangga dengan bahasa Indonesia.

Pemuda Girian Weru Dua Dibekali Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik
Dosen Unima Dr Viktory Rotty foto bersama peserta usai pemaparan materi dan diskusi./istimewa

Sebuah kenyataan juga bahwa sekarang tidak sedikit masyarakat Indonesia yang belum mau mengerti akan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasanya sendiri.

Ada beberapa anggapan yang perlu diperbaiki dan perlu dipahami.
1. Bahwa bahasa sendiri tidak perlu dipelajari.
2. Bahwa bahasa Indonesia sudah wajar dimiliki oleh bangsa Indonesia.
3. Bahwa bahasa Indonesia lebih mudah dari bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya.
4. Bahwa bahasa Inggris lebih bagus dan ilmiah dari pada bahasa Indonesia.
Kesalahan-kesalahan anggapan inilah yang mengakibatkan banyak generasi muda atau pemuda Kelurahan Girian Weru II justru kurang mengerti tatabahasa Indonesia, sehingga baik dalam pergaulan sehari-hari maupun forum-forum resmi sangat sulit untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik secara lisan maupun tertulis.

Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh mitra, maka solusi yang ditawarkan untuk dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra adalah dengan memberikan program pelatihan keterampilan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, yang dilakukan dengan menggunakan metode kegiatan berikut ini :

1. Menggunakan Metode ceramah dan Diskusi /tanya jawab, digunakan pada waktu menyampaikan materi kegiatan yaitu materi tentang menariknya dan pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
2. Metode demonstrasi serta latihan praktek penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan cara yang menyenangkan.
3. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan praktis dan aplikatif mengenai penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar kepada para generasi muda Kelurahan Girian Weru II, sehingga memperlancar komunikasi dengan 3 masyarakat. Peserta pelatihan adalah seluruh generasi muda atau juga yang mewakili setiap lingkungan.
4. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini para generasi muda Kelurahan Girian Weru II mendapat pengetahuan praktis dan aplikatif mengenai penggunaan Bahasa
Indonesia yang baik dan benar.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here