BASUDARA.NEWS, Pendidikan – Gelaran Kejurnas Catur yang diselenggarakan sejak tanggal 7-12 November menobatkan Isaura Petra Maria Angkouw, Women Master Nasional (WMN) pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-50 yang berlangsung di Provinsi Sulawesi Barat.
Putri asal Kabupaten Minahasa Utara ini membuktikan hasil binaan Percasi Minut. Juga mendapat dukungan penuh pihak Kampus di mana Maria adalah mahasiswa aktif Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi UNIMA.
Dekan FIPP Dr Aldjon Nixon Dapa MPd mengapresiasi capaian prestasi yang sangat luar biasa dari Maria.
Karena Maria Angkouw menjadi satu-satunya mahasiswa yang menyandang gelar WMN (Grand Master Nasional Wanita).
“Prestasi ini tidaklah mudah di gapai seseorang termasuk juga Maria kalau tidak melalui proses latihan yang tekun dan serius,” ujarnya.
“Karena Maria harus cerdas membagi waktu antara kuliah dan latihan. Dengan capaian gelar WMN tersebut tentu harapan mampu melecut motivasi rekan-rekan Maria untuk berprestasi dalam bidang dan cabang lomba lainya untuk mengharumkan nama UNIMA,” ucapnya.

Dalam ajang bergengsi yang di ikuti ratusan pecatur dari seluruh Indonesia ini, Maria tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga final.
Ia mampu mengalahkan sejumlah lawan tangguh dan menutup turnamen dengan peringkat yang mengantarkannya menyandang gelar bergengsi Master Nasional Wanita.
“Ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan komitmen,” tambah Wakil Dekan FIPP Bidang Kemahasiwaan dan Alumni Dr Richard Pengkey.
“Maria adalah contoh nyata bahwa pembinaan berjenjang dan dukungan yang berkelanjutan mampu menghasilkan atlet berkelas nasional,” tambah Pengkey.
Prestasi ini juga mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk pengurus KONI Minahasa Utara yang menilai keberhasilan Maria sebagai motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya untuk berprestasi di kancah nasional.
Dengan gelar Master Nasional Wanita, Maria Angkouw yang saat ini tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Manado, kini masuk dalam jajaran elit pecatur perempuan Indonesia.

Isuara Angkouw bertekad untuk terus mengharumkan nama UNIMA, Minahasa Utara dan Sulut di level yang lebih tinggi, termasuk ajang internasional.
“Saya bersyukur atas pembinaan Percasi Minut dan Pemkab Minut serta Pimpinan UNIMA, mulai dari Rektor, Dekan Wakil Dekan Kemahasiswaan FIPP yang selalu mensuport Maria di setiap ajang kejuaraan,” ucap Handry Angkouw ayah Maria yang juga Sekretaris Percasi Minut.
Lanjut Handry Angkouw, sebelumnya juga Maria berhasil menyabet medali Perunggu di Pekon Olahraga Mahasiswa Nasional di Semarang Bulan September lalu.
“Gelar ini bukan akhir, tapi awal untuk terus berjuang dan berprestasi,” kata Angkouw.
Keberhasilan ini semakin mengukuhkan posisi Percasi Minahasa Utara sebagai salah satu daerah dengan pembinaan catur terbaik di Sulawesi Utara.
Prestasi Maria Angkouw juga turut mengharumkan UNIMA di kancah Nasional dan selaras dengan slogan FIPP UNIMA KOMPAK untuk BERDAMPAK.
Jakas


























