PKM Unima Bekali Remaja Desa Kanonang Satu Pencegahan Perudungan dan Ujaran Kebencian
PKM Unima Bekali Remaja Desa Kanonang Satu Pencegahan Perudungan dan Ujaran Kebencian

BASUDARA.NEWS, Pendidikan – Salah satu fenomena negatif penggunaan media sosial di kalangan remaja adalah melakukan bullying (perundungan) dan ujaran kebencian.

Hal ini menjadi perbincangan hangat saat gelaran Fokus Grup Diskusi (FGD) yang diselenggarakan PKM Unima membekali kalangan remaja Desa Kanonang Satu, Kecamatan Kawangkoan Barat.

Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna Jemaat GMIM Efrata Kanonang, Sabtu 11 Oktober 2025, terlihat ada sekitar 40 remaja yang ikut.

Tampil sebagai pemateri utama Pnt Oldie Meruntu MPd. “Tindakan perundungan dan menyebarkan ujaran kebencian kepada seseorang atau sekelompok orang sering di lakukan remaja dengan memanfaatkan media sosial,” ujarnya.

Lanjut Mner Odie sapaan akrabnya, media sosial sering digunakan oleh kelompok remaja melakukan perundungan dan ujaran kebencian yang kadang memicu tindak kekerasan atau perkelahian.

Bahkan ada remaja yang secara berkelompok memanfaatkan media sosial untuk merencanakan tindakan seperti pencurian dan pemalakan.

“Hal ini tentu tidak bisa terbiarkan begitu saja. Perlu ada upaya nyata memberikan edukasi bagi remaja supaya tidak menyalahgunakan media sosial melakukan tindakan perundungan, menyebarkan ujaran kebencian,” tututnya.

Mner Odie menyarankan, sebagai upaya pencegahan penyalagunaan media sosial di kalangan remaja di Kanonang Raya khususnya yang ada di Desa Kanonang I. Kiranya dapat mengelola penggunaan media sosial dengan bijak maka mereka perlu di beri edukasi.

“Orang tua, sekolah, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan dapat memberikan edukasi pemanfaatan media sosial secara bijak,” katanya.

“Hal ini bukan untuk tujuan tujuan yang justru menciptakan kerawanan sosial,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Remaja Jemaat Efrata Kanonang, Pnt dr Deasy Pantow membenarkan adanya FGD ini.

Ka Deasy sapaan akrabnya mengatakan para remaja begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut.

“Mereka menyampaikan pandangan dengan positif. Sepakat, mereka mengatakan perundungan dan ujaran kebencian harus di hindari karena tidak sesuai dengan ajaran Yesus Kristus,” ujarnya.

“Intinya, kegiatan ini sangat positif dan penting bagi adik-adik remaja, sehingga saya berharap Unima dapat melakukan kegiatan ini lagi,” pinta Pnt Deasy Pantow.

Jakas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here